Perjalanan Pagi

Posted on

Allow Semua,
Saya bekerja di sebuah lembaga pemerintahan, kantor tempat saya bekerja tidak jauh dengan kantor resmi RI 1, di sekitaran Harmoni, tepatnya di Jl Ir. H. Juanda. Pasti banyak yang mengira daerah tinggalku, tepatnya kos-anku, di daerah Juanda juga. Sebenarny tempat tinggalku cukup jauh dari Harmoni, mau tahu dimana ???? DI daerah Warung Buncit..Yuppp disanalah saya bermalam. Jauh donnggg ??? emangg… Jadi tiap hari aku berpindah dari Jakarta sebelah Selatan ke Jakarta dekat ama Utara. Saban hari aku melewati daerah Bundaran HI.. Monumen Nasional..Museum Nasional.
Karena tidak memiliki kendaraan pribadi (baca: motor ditinggal di Bandung) maka setiap hari saya menggunakan Angkot ( sebutan keren “public transportation” khas urang Bandung)= Angkutan Kota. Angkot andalan saya adalah Kopaja P20, Kopaja jurusan : Lebak Bulus-Senen, rute pp (pulang-pergi) yang dilalui kopaja ini adalah Lebak Bulus – Cilandak – Ragunan – Warung Buncit – Mampang – Kuningan – Menteng – Gambir – Senen. Naik kopaja ini hanya beberapa puluh meter dari kos-an, kebetulan kos tidak jauh dari Jalan Raya Warung Buncit.
Beruntungnya lagi tiap pagi P20 banyak yang masih kosong tempat duduknya, mengapa ?? karena banyak P20 yang baru keluar Pol memutar di jalan yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, lumayan jadi tidak perlu berdiri dan berdesakan, langsung dapat tempat, duduk yang manis kadang2 dengan posisi meditasi merem-merem ngantuk. heheheeheee……
Kantor saya di Harmoni, tidak langsung dijangkau oleh kopaja ini, jadi untuk meneruskan ritual perjalanan ngantor dilanjutkan dengan turun di daerah perempatan Kuningan-Imam Bonjol. Dari sana saya menunggu Angkot lainnya yaitu Bis Patas P47 jurusan Kampung Rambutan – Senen, Bis Fully AC padahal lebih tepatnya fully angin…heheehe tapi lumayanlah rada dingin..angin cepoi-cepoi. Nah bis inilah yang mengantarkan saya tepat di depan kantor Ir. Juanda 36, bis ini biasanya tidak cukup ramai soalnya kebanyakan para penumpang sudah turun di daerah Kuningan, jadi penumpang yang tersisa tinggal untuk tujuan daerah Thamrin, Medan Merdeka (Monas), Juanda, Pasar Baru dan Senen saja.
Oh ya.. tarif cukup murah meriah, untuk perjalanan ini saya menghabiskan uang sekitar 5  ribu rupiah, 2 ribu dihabiskan untuk Kopaja P20 dan Rp 3 ribu untuk ongkos patas P47. Ceritanya masih ada lanjutannya, masih membicarakan perjalanan pagi tapi dengan alternatif rute lainnya namun sekitar 90 % dari setiap perjalanan pagi saya ditempuh melalui jalur ini P20 dan P47

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s