Ciri Khas Usaha Tahan Banting

Posted on

Ciri Khas Usaha Tahan Banting

Awal dari keterpurukan
Krisis moneter membukakan kita semua, konglomerasi yang menjadi andalan struktur perekonomian Indonesia berguguran satu persatu dalam kebangkrutan, hancurnya perusahaan-perusahaan para konglomerat tersebut menyeret Indonesia pada krisis yang lebih dalam dan kompleks, krisis multidemensi. Kejatuhan rupiah sampai terdepresiasi menyentuh level 500 persen, Krisis sosial yang menimbulkan amuk massa dalam bulan Mei 1998 dengan klimaks mundurnya sang old man yang telah memimpin bangsa ini dengan tangan besi selama 32 tahun merupakan dampak dari ambruknya mega perusahaan yang melandasi perekonomian Indonesia. Selama 32 tahun masa kepemimpinan smiling general, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup fantastis bahkan diprediksi oleh visioner John Naissbitt akan menjadi macan baru perekonomian dunia, ternyata disusupi oleh penyakit ganas KKN yang diakibatkan oleh kepemimpinan yang salah dari sang presiden. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) begitu menggurita dan menyentuh hampir pada keseluruhan sendi-sendi kehidupan bangsa. Praktek-praktek KKN begitu jelas terlihat diterapkan oleh Bapak Pembangunan kita kepada keluarga dan konco-konconya. Dalam beberapa tahun, anak-anak Soeharto telah menjelma menjadi konglomerat dengan aset trilyunan rupiah, bisnisnya melingkupi hajat hidup orang banyak, dari monopoli jalan tol sampai penguasaan pengelolaan hutan. Bisnis keluarga presiden dan konco-konconya mulai tercium busuknya saat spekulan valas George Soros memprediksi kejatuhan perekonomian Indonesia yang sarat dengan KKN itu dengan menggoyang pasar uang rupiah, Soros melepas rupiah yang ditukar dengan US Dollar dalam jumlah yang melimpah dan ini diikuti oleh investor-investor lain yang jumlahnya ribuan di seantero dunia, rupiah mulai membanjiri pasar uang dan nilainya terus tertekan terhadap dollar, akibatnya rupiah memiliki stok yang cukup banyak dan sedikit investor malahan hampir tidak ada sama sekali investor uang yang memegang rupiah karena nilai rupiah yang semakin jatuh membuatnya tidak lagi likuid. Padahal disisi lain para konglomerat Indonesia harus mulai membayar utang dollarnya yang telah jatuh tempo dengan rupiah yang mereka hasilkan dari profit perusahaan, karena nilai rupiah terus melemah akibatnya nilai utangnya ketika dikonversikan ke rupiah menjadi lebih besar sampai beberapa kali lipat dari yang ditetapkan sebelumnya akibatnya para konglomerat kesulitan membayar utangnya sampai pada tingkat tidak lagi sanggup lagi membayari utang perusahaan- perusahannnya alias default artinya konglomerat tersebut berstatus pailit atau bangkrut.

Penyebab perubahan bentuk konglomerasi
Perekonomian yang didominasi oleh konglomerasi tidak lagi cocok dengan kondisi masyarakat dewasa ini.Revolusi mesin yang menyokong konglomerasi selama ini tidak lagi mempengaruhi pesatnya pertumbuhan ekonomi dunia, revolusi ini telah berada dalam fase majority atau keadaan jenuh. Revolusi yang telah berjalan hampir selama 3 abad akan digantikan oleh sutu revolusi lain yang lebih resisten terhadap dinamika perubahan dunia. Revolusi informasi diyakini sebagai pengganti revolusi sebelumnya, revolusi ini diawali dengan perubahan radikal dalam bidang komunikasi dan informasi dan internet bisa dijadikan contoh penggerak revolusi informasi. Internet membawa masyarakat dunia ke dalam dunia cyber, batas-batas negara seolah menghilang, saat menggunakan teknologi internet, jarak yang selama ini menjadi penghalang bagi kita untuk saling berkomunikasi, semakin tidak berarti lagi efeknya, kita seakan-akan berkomunikasi saling berhadapan padahal sesungguhnya komunikasi tersebut berjarak ribuan kilometer, itulah keajaiban dunia cyber, dunia maya. Revolusi informasi membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat dunia, tradisi dan tatanan budaya manusia berubah banyak saat bersentuhan dengan revolusi ini, kebiasaan tradisional yang melandasi kebudayaan setempat mulai hilang digantikan dengan cara-cara modern yang diajarkan revolusi informasi.

Konglomerasi yang selama ini menjadi tren dunia untuk menguasai pasar, tidak lagi efektif untuk digunakan, dewasa ini banyak perusahaan besar berskala multinasional menggandeng partner-partner lokalnya untuk saling mengisi ceruk potensial bagi pasarnya, perusahaan ini tidak lagi menguasai seluruh pasar tapi membagi tugas dan bisnisnya dengan perusahaan-perusahaan lain, jadi ada semacam simbiosis mutualisme antara perusahaan besar dengan yang lainnya. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat tetap kompetitif dengan menghindari dari over head yang tetap. Ini mencerminkan konglomerasi mengalami perubahan paradigma dalam berbisnis, mereka melakukan metamorfosa dalam kegiatan usahanya agar tetap survive dalam masa yang penuh tidakpastian ini, struktur organisasinya berubah menjadi struktur network artinya terjadi pemecahan perusahaan dengan hanya fokus pada jalur-jalur tertentu, adanya pembagian konsentrasi pada jalur pemrosesan, pendistribusian dan pemasaran produknya.

Model usaha berdaya tahan tinggi
Munculnya kecenderungan perusahaan raksasa berdaptasi dengan membagi-bagi perusahannya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil/ demerger menimbulkan suatu gagasan pada kita semua terutama yang berkeinginan menjadi seorang pengusaha atau yang tidak ingin bekerja di perusahaan lain bahwa perusahaan-perusahaan dimasa depan akan berukuran kecil dalam arti jumlah pegawai yang sedikit tapi efisien, tidak menempati area produksi yang luas dan besar, dengan standar pemberian upah menurut standar lokal/UMR serta memiliki jaringan/network yang luas dan menyebar menempati pangsa pasarnya masing-masing. Ukuran usaha yang kecil terbukti sekarang ini terutama di Indonesia memiliki daya tahan yang tinggi terhadap gonjang-ganjing suatu negara sampai pada tahap paling buruk sekalipun, usaha kecil yang tersebar banyak ini membentuk suatu jaringan kuat satu sama lain sehingga menimbulkan ketergantungan yang saling menguntungkan, mampu bertahan dalam krisis yang paling hebat di Indonesia. Berbeda dengan perusahaan konglomerasi yang mengalami tekanan besar dan akhirnya kolaps akibat ketidakmampuan mereka dalam membayari pinjamannya sehingga dengan terpaksa utang-utangnya ditutupi dengan dijualnya aset yang dimiliki atau disita oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dari pelajaran berharga yang dialami pengusaha kelas kakap yang mengalami pailit, ternyata kebangkrutan mereka lebih disebabkan ketidakfokusan usaha yang mereka dirikan, tidak ada visi yang jelas dan fokus mengenai jenis usaha yang akan dikonsentrasikan. Keinginan untuk mendapatkan kuantitas dalam arti produksi yang besar dan masal tidak diiringi oleh efisiensi pada perusahaannnya akibatnya ketika bersaing dengan produk yang sejenis tidak lagi kompetitif kemudian diperparah dengan pinjaman dalam jumlah besar dalam mata uang dollar makin menekan dan memperburuk keadaannya saat kurs mata uang terdepresiasi begitu besar sehingga mereka tidak mampu mencicil utang plus bunganya yang telah membengkak beberapa kali lipat. Pengusaha kelas kakap terlalu bernafsu untuk mengembangkan unit usahanya menjadi lebih besar dan besar lagi sehingga mereka terlena dan lupa bahwa gelembung perusahannya makin lama akan makin rentan terhadap gangguan sekecil apapun juga dan hal itu memang terbukti, gelembung tersebut akhirnya meledak Saat perusahaan berekspansi, dibutuhkan modal baru utnuk menyokongnya dan sebagian besar pengusaha kakap ini meminjam pada bank atau investor asing melalui fund manager, konsekuensi meminjam dari pihak lain sangat besar sekali, biasanya ada persyaratan agunan atau jaminan aset yang dibutuhkan untuk mengcover pinjaman tadi sehingga ketika pengusaha tidak lagi mampu membayar utang yang dimiliki, aset yang dimilikinya menjadi hak penuh peminjam uang. Hal ini merupakan kerugian bagi pengusaha karena adanya keterikatan dan ketergantungan yang sangat kuat pada peminjam apalagi jika pinjaman tersebut ditambah dengan bunga yang sangat tinggi. Ketidakpastian bertambah besar pada pengusaha untuk mendapatkan kebebasan bergerak dan berusaha saat ia telah meminjam modal dengan mengagunkan aset-asetnya.
Usaha yang kita lakukan sebaiknya merupakan perusahaan yang menghasilkan sistem atau produk yang unik di pasaran, ini berarti pemain yang berkecimpung dalam menghasilkan produk ini masih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Keuntungan dalam menciptakan produk yang sangat berbeda dengan yang lain adalah kurangnya kompetisi dari perusahaan lain sehingga porsi keuntungan yang kita dapatkan akan masuk semuanya menjadi keuntungan bagi perusahaan. Peluncuran produk baru dipasaran akan menimbulkan pangsa pasar baru di masyarakat yang berarti membuka peluang baru terhadap market potensial yang terjadi di masyarakat. Memang ada keraguan pada sebagian pengusaha untuk menjadi pionir yaitu ketakutan tidak diterimanya produk oleh pasar, maksudnya adalah produk yang dipasarkan dianggap oleh sebagian besar masyarakat terlalu mahal,tidak lagi mengikuti tren atau terlalu kuno dan tak praktis sehingga tidak menarik perhatian konsumen. Maka untuk menghindari atau setidak-tidaknya meminimalisasi penolakan konsumen terhadap produk yang dibuat adalah menggunakan metode survei atau riset untuk mengetahui kecenderungan-kecenderungan yang sedang in dalam masyarakat atau jika kita dibebani keuangan yang ketat, kita bisa melihat tolak ukur penerimaan masyarakat melalui produk-produk atau sistem yang sekarang ini, benar-benar mereka butuhkan dan perlukan, jadi kebutuhan dan keperluan masyarakat dari masa ke masa atau dari periode tertentu ke periode lainnya akan berlainan, hal ini bertalian dengan pendidikan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Produk yang unik berarti juga kita mencoba menggiring selera konsumen menuruti keinginan-keinginan kita, dalam hal ini produk yang kita hasilkan adalah suatu yang baru dan belum pernah ditemukan dalam masyarakat.

Usaha yang baik adalah usaha yang tumbuh dan berkembang dengan selalu menciptakan inovasi-inovasi tertentu, selalu timbul ide-ide kreatif dari inovator yang penuh dengan kesegaran daya ciptanya dan dimplementasikan menjadi suatu produk yang menghasilkan nilai kreativitas tinggi dan terobosan yang menjanjikan. Perusahaan akan terus bertahan dalam ketidakpastian saat ia mampu menelurkan ide-ide brilyannya menjadi suatu produk yang selalu diterima oleh pasar, tidak ada di dunia ini perusahaan yang sekian lama bertahan tanpa mengedepankan inovasi. Inovasi sangat diperlukan sebab output yang kaku tanpa adanya modifikasi menimbulkan kesan produk tersebut mudah kehilangan daya tarik modernnya serta menimbulkan kejenuhan pada sebagian masyarakat yang selalu aktif bergerak dengan dinamis. Apalagi, dewasa ini pertukaran informasi begitu pesatnya –salah satunya ditunjang dengan munculnya internet- memberikan pendidikan pada masyarakat bahwa selalu terjadi perubahan dari waktu ke waktu, informasi yang diterima oleh masyarakat seringkali mengisyaratkan perlunya inovasi-inovasi pada suatu perusahaan agar mampu mengimbangi perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat modern. Globalisasi juga memberikan dampak yang sangat dominan pada produk-produk berinovasi tinggi, produk ini akan mampu bertahan lebih lama dibanding dengan produk yang dihasilkan dengan teknologi dan kreatifitas yang tidak peka pada pergeseran nilai pada kebanyakan konsumen sebab pada banyak kasus, seringkali terjadi peniruan suatu model produk oleh kompetitor-kompetitor di seluruh dunia dengan maksud untuk mengekor kesuksesan produk tersebut, imitasi ini sah-sah saja sepanjang tidak melanggar pemegang hak paten dan ini terjadi di seluruh dunia setiap saat, setiap waktu. Tanpa adanya inovasi diibaratkan perusahaan tersebut sedang mulai menggali kuburan kebangkrutannya sendiri.

Pengajuan hak paten atas produk yang dihasilkan merupakan suatu langkah yang penting dan sangat bijak, produk dengan hak paten memberikan keuntungan kepada kita atas terjaminnya produk yang dihasilkan dari pemalsuan dan memberikan kekuatan hukum bagi kita saat munculnya tuntutan dari perusahaan lain atas keaslian produk yang kita hasilkan. Selain itu, adanya penggunaan produk kita oleh pihak lain melalui lisensi yang kita berikan menyumbangkan keuntungan bagi perusahaan sebab setiap produk yang berlisensi terjual oleh pihak lain, terdapat beberapa puluh persen hasil penjualan yang diperuntukkan bagi pemegang lisensi. Hak paten merupakan tabungan tambahan bagi pengusaha saat ia menjalankan roda usahanya sebab dengan begitu, adanya pengakuan dari pemerintah dan dunia usaha bagi pengusaha tersebut sebagai inovator sekaligus kreator serta yang paling penting adalah masuknya income tambahan atas penggunaan hak paten produk pengusaha tersebut oleh pihak lain.

Saat perusahaan yang dikelola mulai dalam masa tumbuh, biasanya telah didapat margin keuntungan dalam porsi yang besar diakibatkan dari pasar yang dikelola mulai menerima produk yang kita hasilkan, keuntungan perusahaan yang didapat sebaiknya digunakan untuk memelihara market dalam arti pada saat tersebut kita gencar mempromosikan produk yang kita hasilkan agar image mengenai produk tersebut tetap terjaga dan selalu diingat oleh konsumen. Promosi produk dapat dilakukan melalui berbagai media yang tersedia dalam masyarakat. Pemilihan media penyebar produk kita ini, didasarkan pada tingkat efektifitasnya dalam memepengaruhi konsumen, media audio visual merupakan media yang paling tinggi efektifitasnya, sebab dengan melaluinya indera konsumen terutama penglihatan dan pendengaran kedua-duanya terangsang secara langsung sehingga menimbulkan persepsi yang mendalam dan melekat pada ingatan mereka apalagi jika penyalurannya dilakukan berulang-ulang kali, persepsi yang dialami konsumen akan lebih mendalam, respon produk kita di benak mereka akan langsung teringat dan terucap saat mereka akan membeli kategori produk yang kita promosikan.

Kesimpulan
Dibutuhkan naluri yang cerdas untuk menangkap keinginan pasar dan kemampuan menganalisa dengan tepat setiap perubahan yang terjadi disekeliling kita terutama yang berkenaan dengan dinamika kegiatan ekonomi, naluri dan kemampuan ini merupakan keterampilan hasil pengolahan dan asahan pengalaman seseorang dalam menjalankan roda usahanya. Bakat menjadi seorang pengusaha hanya memerankan bagian kecil dari kesuksesan seorang pengusaha menjalankan usahanya, yang paling menentukan adalah sikap positif pengusaha tersebut dalam menanggapi dan memahami segala aspek yang rumit dan kompleks yang berkenaan dengan perjalanannya membangun dunia bisnis, yang semua itu hanya bisa diperoleh melalui pengalaman berproses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s