Instalasi DNS Server Menggunakan BIND

Posted on

Instalasi BIND

1 Dianggap Server (mesin) dengan OS Linux belum terisi paket BIND,
2 Menyalin source bind dari cd dalam direktori DNS ke direktori /tmp
#mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
#cp /mnt/cdrom/dns/bind-9.2.4.tar.gz /tmp
#cd /tmp
3 Memekarkan file tadi dan melakukan proses instalasi dengan menyimpan di direktori /usr/local/named
#tar zxvf bind-9.2.4.tar.gz
#cd bind-9.2.4
# ./configure –prefix=/usr/local/named
# make
# make install
# adduser -d /var/named -s /bin/false named
4 Menyalin file named.root dari direktori dns ke direktori /var/named
# cp /mnt/cdrom/dns/bind-9.2.4.tar.gz /var/named
5 Membuat File reverse PTR localhost, db.127.0.0.0, mengedit file tersebut dengan mc
#cd /var/named
#touch db.127.0.0
#mc
Dan mengisi file tersebut dengan isian dibawah ini :
$TTL 86400
@ IN SOA localhost. Root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.
6 Menyalin file tersebut ke file alamat network tempat DNS Server berada, misalnya alamat networknya : 192.168.0.
#cp db.127.0.0 db.192.168.0
7 Membuat file yang berisi zone dari localhost, db.localhost, mengedit file tersebut dengan mc
#touch db.localhost
#mc
Dan mengisi file tersebut dengan isian dibawah ini :
$ $TTL 86400
$ORIGIN localhost.
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
IN A 127.0.0.1
8 Membuat sebuah direktori untuk menyimpan file konfigurasi dari daemon program BIND
# mkdir /usr/local/named/etc
9 membuat file /usr/local/named/etc/named.conf yang akan dijadikan sebagai file konfigurasi dari program BIND :
# touch /usr/local/named/etc/named.conf
#mc
Isi dari file /usr/local/named/etc/named.conf adalah :
options {
directory “/var/named”;
allow-transfer { 192.168.0.35/32; };
pid-file “/var/named/named.pid”;
};

logging {
category lame-servers { null; };
};

zone “.” IN {
type hint;
file “named.root”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “db.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.127.0.0”;
allow-update { none; };
};

zone “10.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.192.168.0”;
};
9 Meng-generate file konfigurasi yang akan digunakan oleh program rndc, ingat hasil dari perintah rndc-confgen bisa jadi berbeda dengan apa yang ditampilkan disini :
# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen
Kemudian copy-paste dari hasil perintah tersebut diatas mulai dari baris “# Start of rndc.conf” sampai dengan baris “# End of rndc.conf”, simpan dengan nama file /usr/local/named/etc/rndc.conf . Kemudian copy-paste lagi dengan menghilangkan tanda “#”, mulai dari baris “# key “rndc-key”…” sampai dengan baris yang hampir paling bawah diatas baris “# End of named.conf ” yaitu sampai dengan baris “};” kemudian tambahkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf . Sebagai contohnya adalah sebagai berikut ini, isi dari file /usr/local/named/etc/rndc.conf misalnya :
# Start of rndc.conf
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

options {
default-key “rndc-key”;
default-server 127.0.0.1;
default-port 953;
};
# End of rndc.conf

Sedangkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf ditambahkan sebagai berikut :
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};
10 Mengubah kepemilikan home direktori dari user named, kemudian menjalankan daemon dari program BIND :
# chown -R named.named /var/named
#/usr/local/named/sbin/named -u named –c /usr/local/named/etc/named.conf
Memeriksa hasilnya melalui file /var/log/messages apakah berhasil atau tidak
# tail -f /var/log/messages
11 Mengaktifkan daemon BIND setiap kali komputer direstart
]# echo “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” >> /etc/rc.local
12 Meng-set resolver agar menggunakan name server localhost:
# echo “nameserver 127.0.0.1” > /etc/resolv.conf

Pembuatan Root Zone dengan Webmin
1 Berpindah ke direktori /var/named kemudian mengambil file named.root dari ftp://internic.net/domain/named.root
#cd /var/named
# wget ftp://internic.net/domain/named.root
2 Masuk ke administrator Webmin, tentunya dari komputer lain (yang memiliki fasilitas GUI dan web client). Server yang akan menjadi DNS Server di remote melalui webmin, misal alamat IPnya 192.168.0.122.
https://192.168.0.122:10000/
masukkan login administrator dan password untuk webminnya
3 Click Icon Servers Click icon BIND DNS SERVER Pada Existing

DNS Server, click Create a new root zone.

4 Pada field Store root servers in file, tuliskan : /var/named/named.root
5 Pada Radio button Get root servers from, pilih Existing root servers in file
6 Click Create
7 Root Zone akan tertampil secara otomatis pada tab Existing DNS Server

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s