Month: October 2007

Mengejar CCNP…

Posted on

Keinginan untuk mendapatkan sertifikat CCNP tahun ini sepertinya harus dijadwalkan ulang, ternyata banyak pekerjaan rumah yang tiba-tiba menghadang menghapus mimpi saya untuk mendapatkan CCNP tahun ini. Masalah fokus menjadi kelemahan saya, banyak hal yang harus diprioritaskan dan sayangnya prioritas itu bukanlah mendapatkan CCNP. Pekerjaan networking saya yang menumpuk membuat saya harus mengalihkan perhatian dan yang terutama adalah masalah perpindahan kantor ke gedung baru, tidak masalah kalau perpindahan ini tidak melibatkan infrastruktur IT. Namun kenyataannya infrastruktur IT-lah yang menjadi masalah utama dalam perpindahan ini. saya harus terlibat sangat intens dalm perpindahan ini sehinggea downtime yang terjadi masih dalam tahap yang wajar dan saya juga yang menjadi penanggung jawab secara langsung apabila terjadi sesuatu hal yang berkenaan dengan Network, mau tidak mau saya harus mencoba mengalihkan fokus tidak untuk mendapatkan CCNP untuk sementara waktu. Malah mungkin mengejar CCNP diganti dengan fokus mengambil dahulu CCNA, karena ujian resertifikasi CCNApun sampai saat ini belum saya ambil, suatu kemunduran memang…namun apa daya saya harus menjalani itu semua

Kembali menulis….

Posted on

Lebih dari 3 bulan lamanya saya tidak lagi mengisi blog ini, ternyata menulis bukan perhatian utama saya, sedih yachhh…menulis bukan menjadi prioritas . Entah kapan menulis apapun menjadi fokus utama saya, seperti membaca khususnya surat kabar, saya akan merasa ada yang hilang, mirip dengan rasa lapar, bila belum membaca surat kabar di pagi hari. Mungkinkah menulis akan menerbitkan rasa lapar saya layaknya membaca..entahlah hanya Tuhan dan saya yang tahu.

Banyak hal yang telah saya lalui dalam 4 bulan ini ( Juli- Oktober), diawali dengan kunjungan ke pusat pelatihan salah satu vendor yang mendukung jaringan di kantor saya dan yang paling gres membantu boyongan pindah kantor ke gedung yang baru, membantu ini dalam arti kata menjaga network kantor jangan sampai down terlalu lama saat pindahan kantor. Diantara keduanya banyak kegiatan yang saya alami, yang kadang membuat saya untuk terus berdoa mendamaikan hati. saya mengalami perjalanan yang begitu berat dan sulit, pengembaraan hati yang membuat saya kadang berpikir apakah ini anugerah Tuhan atau rachmat Tuhan, apakah saya telah memulai menghasilkan karma yang telah saya sebar…entahlah.. yang saya bisa lakukan hanya terus berdoa memohon ampunan yang Maha Kuasa. Melupakan masa lalu dan hanya hidup di masa ini saat ini adalah hal yang lebih baik . Melupakan beban masa lalu yang selalu saya pikul merupakan indahnya hidup saat ini. Saya masih belajar…belajar..dan belajar melihat ke dalam..memahami diri saya sendiri…memahami saya apa adanya.

Terimakasih Tuhan engkau selalu memberi saya kesempatan untuk memahami..walapun saya kadang bahkan sering melupakan kehadiranMU.maafkan kealpaan saya…maafkan saya yang penuh diliputi ego-ego. Tuhan mudah2an pengembaraan ini menjadikan aku bisa bertemu denganMU

Mengapa menjadi (lacto)vegetarian

Posted on

Ada suatu masa, saat kita harus memilih diantara beberapa pilihan, ada saatnya kita harus menentukan sendiri arah perjalanan dalam hidup ini. Banyak pilihan yang bisa kita ambil, tak terhitung jumlahnya namun kita hanya bisa memilih salah satu jalan itu. Pilihan seringkali diambil atas dasar rasa, dan setelah berhasil memilih kita menjalaninya. Dan saya memilih menjadi Vegetarian.

Entahlah mengapa saya memilih pilihan ini, suatu pilihan yang sesungguhnya di luar benak saya, malah sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Pilihan yang saya ambil seperti melakukan pilihan yang begitu tiba-tiba namun berefek luar biasa pada diri saya sendiri. Menjadi vegetarian adalah pilihan yang begitu indah, sama indahnya saat kita merasa hati begitu tenteram dan damai.

Menjadi vegetarian menimbulkan suatu rasa lain, rasa berempati kepada mahluk menjadi sangat besar. Sesudah lama menjadi vegetarian saya merasa seperti memiliki ikatan kuat dengan bumi, lingkungan yang kita diami, hati saya merasa pilu bila saya melihat langsung atau secara tidak langsung :hutan ditebangi, pencemaran dimana-mana, pepeerangan, kerusuhan, pemanasan global, kerusakan lingkungan, kelaparan. Saya merasa ikut bertanggung jawab atas semuanya dan saya seperti didorong oleh suatu kekuatan lain untuk ikut bergabung menjadi aktivitis lingkungan setidak-tidaknya untuk diri saya sendiri.