Mengapa menjadi (lacto)vegetarian

Posted on

Ada suatu masa, saat kita harus memilih diantara beberapa pilihan, ada saatnya kita harus menentukan sendiri arah perjalanan dalam hidup ini. Banyak pilihan yang bisa kita ambil, tak terhitung jumlahnya namun kita hanya bisa memilih salah satu jalan itu. Pilihan seringkali diambil atas dasar rasa, dan setelah berhasil memilih kita menjalaninya. Dan saya memilih menjadi Vegetarian.

Entahlah mengapa saya memilih pilihan ini, suatu pilihan yang sesungguhnya di luar benak saya, malah sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Pilihan yang saya ambil seperti melakukan pilihan yang begitu tiba-tiba namun berefek luar biasa pada diri saya sendiri. Menjadi vegetarian adalah pilihan yang begitu indah, sama indahnya saat kita merasa hati begitu tenteram dan damai.

Menjadi vegetarian menimbulkan suatu rasa lain, rasa berempati kepada mahluk menjadi sangat besar. Sesudah lama menjadi vegetarian saya merasa seperti memiliki ikatan kuat dengan bumi, lingkungan yang kita diami, hati saya merasa pilu bila saya melihat langsung atau secara tidak langsung :hutan ditebangi, pencemaran dimana-mana, pepeerangan, kerusuhan, pemanasan global, kerusakan lingkungan, kelaparan. Saya merasa ikut bertanggung jawab atas semuanya dan saya seperti didorong oleh suatu kekuatan lain untuk ikut bergabung menjadi aktivitis lingkungan setidak-tidaknya untuk diri saya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s