Month: May 2008

Jalan lain menuju Tangkuban Perahu

Posted on Updated on

Lagi liburan agak panjang alias long weekend, saya mulih ke kampung dahulu, Bandung. Di bandung saya merencanakan nyoba treking alias jalan-jalan ka gunung, sebelumnya pernah ke Situ Lembang, mulai treking dari pos Komando pulang-pergi, jalannya naik turun berliku dan jauhhhhhh, alhasil badan segar tapi kaki gempor alias pegal-pegal dua hari baru sembuh karena jarang jalan jauh, maklum orang kota yang bisa naek kendaraan dan sudah lama ngga olahraga kaki. Nah setelah mencoba trek Situ Lembang, salah seorang teman yang memang “orang Gunung” menawarkan jalan2 ke Gunung Tangkuban Perahu tidak lewat Jayagiri tapi via kebun teh Sukawarna atau apa yachh saya sedikit lupa, tapi yang jelas jalan2nya banyak melewati hamparan hijau kebun teh dan leuweung Tangkuban Perahu, perjalanan kira-kira satu setengah jam itupun banyak istirahat dan hahehoh, mohon dimaklum jarang olahraga tea. Ini ada foto2 yang berhasil diambil:

Jakarta-Bandung Rp 23.000 *

Posted on Updated on

Para Bandungers, orang-orang Bandung yang memiliki tempat tinggal di Bandung namun punya lahan “macul” di Jakarta, pastilah sering “udar-ider” pulang pergi Jakarta Bandung, bisa menggunakan transportasi pribadi atau publik. Jika menggunakan transportasi publik seperti Bis, biasanya menggunakan bis jurusan Jakarta-Bandung PP yang ongkosny antara Rp.40.000 sampai Rp 45.000 (Jakarta(Lebak Bulus/Kampung Rambutan). Saya biasanya menggunakan jasa angkutan PRIMAJASA, bukan promosi lhoo tapi dari pengalaman menggunakan Bis ini lebih nyaman, bis2nya terawat  sehingga jarang sekali mogoknya dan satu hal lagi adalah mereka menyediakan tempat menunggu bis yang aman  di sekitar UKI tepatnya depan gedung BKN, disediakan tempat ber-AC bahkan diberikan minum air mineral gelas secara gratis, benar-benar pelayananan cukup membantu.  Setelah lama menggunakan Bis Primajasa AC Jakarta-bandung seharga 40.000-45.000 (beda harga dari ada/tidaknya toilet dan ketersediaan bantal untuk penumpang) sekarang ini saya lebih banyak beralih ke bis Primajasa seharga 23 Ribu saja dengan kenyamaan yang tidak banyak berubah (masih memakai AC, rute melalui Tol Cipularang) hanya saja komposisi kursinya 2-3 bukan 2-2 namun dengan biaya hampir setengahnya dan waktu yang ditempuh hampir sama, dengan kata lain kenyamanan dan kecepatan bisa diperoleh dengan biaya hanya setengahnya (ekonomis mode:on). Nah, kalau didapat harga yang begitu ekonomis kenapa Bis Primajasa Jakarta-Bandung seharga 40 ribuan masih digemari jawabannya :

1. Mereka, para pengguna bis, tidak tahu (oleh karena itu saya mem-posting berita ini)

2. Jurusan Bis seharga 23 Ribu itu bukanlah Jakarta-Bandung  tapi Jakarta-Tasik dan Jakarta-Garut

Kok bisa bis Jakarta-Garut atau Jakarta-Tasik menurunkan penumpangnya di Bandung ?? jawabannya bisa sekali saudara-saudara sekalian, para penumpang Bis bisa turun di daerah Cileunyi, pintu gerbang terakhir Tol Panci atau kalau mau lebih ada tantangan dan sedikit berpetualang, bisa turun di daerah jembatan Tol, jadi kalau Bandungersnya bertempat tinggal di Cibaduyut dan sekitarnya bisa turun di Jembatan Tol Kopo, untuk penghuni daerah Tegalega, KebonKalapa bisa turun di jembatan Tol Moh.Toha  dan Bandungers seperti saya yang bertempat tinggal di KiaraCondong, Antapani, Binong lebih dekat turun di jembatan Tol BuahBatu. Tantangannya adalah turun di pinggir jalan tol dan rute  menuju jalan raya melalui jalan setapak yang menurun dan agak licin saat musim hujan.

*sampai 2 Mei 2008 pkl :21.30, harganya masih Rp. 23 Ribu

*Update September 2008, Harganya naek jadi Rp. 26 Ribu