Month: July 2008

Ada baiknya menjadi Vegetarian

Posted on

Menjadi seseorang yang berkomitmen hanya mengkonsumsi makanan dari tumbuhan saja adalah hal yang sangat baik, banyak hal yang dapat diperoleh saat menjadi seorang vegetarian, salah satunya yang saya alami adalah orientasi keinginan makan menjadi berubah, yang saya rasakan adalah hanya untuk menghilangkan rasa lapar saja , saya sudah cukup merasa bahagia walaupun makan hanya dengan tahu, tempe dan sayuran. Sekarang ini tidak ada terbersitpun keinginan masih kangen atau rindu dengan makanan berdaging hewan, lidah saya sudah kehilangan rasa. Apapun makanan yang berasal dari sayuran dan biji-bijian adalah makanan terenak.
Efek yang saya rasakan menjadi seorang vegetarian cukup banyak, salah satu yang cukup terasa adalah ada perasaan yang cukup kuat antara saya dan bumi, entahlah apakah saya kurang bisa menggambarkannya atau bagaimana. Ada perasaan kuat bahwa bumi ini sedang dalam banyak masalah, perasaan saya sedih melihat segala kerusakan dan kehancuran lingkungan, tidak lagi berani memasuki daerah penjualan hewan di pasar tradisional maupun di supermarket, terharu melihat para relawan lingkungan mencoba merehabilitasi lingkungan yang telah rusak, berkeinginan menjadi bagian relawan lingkungan namun belum sempat bisa dilakukan. Yang saya bisa dilakukan saat ini adalah tetap menjadi seorang vegetarian dan berusaha mengurangi dampak kerusakan lingkungan untuk diri saya sendiri.

Positif Stasiun TV, DAAI TV

Posted on Updated on

Dalam beberapa bulan belakangan ini, saya banyak menyempatkan diri menonton acara-acara yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV lokal Jakarta yaitu DAAI-TV. Saya cukup terkejut dengan program yang ditayangkan oleh stasiun televisi tersebut karena acaranya yang tidak terlalu menjual, dalam arti DAAI-TV bukanlah Stasiun TV yang bersifat komersial, pesan-pesan yang disampaikannya bersifat cinta kasih, perdamaian, kesederhanaan, cinta lingkungan. Memang ada program sinetron seperti “Ketika Gladiol Bersemi” dan Menebar benih kasih, namun kedua sinetron tersebut merupakan kejadian nyata yang terjadi di negara Taiwan. Ketika Gladiol Bersemi, menceritakan perjuangan keluarga Gao yang sederhana dalam mengarungi kehidupan hingga menjadi keluarga pengusaha yang kaya raya namun tetap dalam kehidupan yang cukup sederhana bahkan pada akhirnya diceritakan ikut bergabung menjadi relawan TzuChi, organisasi di Taiwan yang dikenal membantu umat manusia tanpa mengenal perbedaan suku,agama,ras maupun keyakinan. Menebar Benih Kasih, Sinetron kejadian nyata, yang juga bercerita mengenai pengabdian manusia yang lebih memilih membantu sesama sebagai relawan TzuChi dibandingkan mengejar kekayaan duniawi. Selain segi cerita yang menarik, sinetron tersebut ditunjang dengan OST (Original Sound Track) yang cukup ciamik, indah dan menyentuh, liriknya juga cukup mencerahkan dan kaya dengan perenungan, aslinya dari bahasa China.

Selain sinetron yang mencerahkan, DAAI TV memiliki program acara : Dunia Relawan yang menceritakan kisah relawan-relawan di Indonesia, yang menurut saya para pejuang hebat, tidak hanya terbatas pada relawan bidang agama di Indonesia (Islam, Kristen,Budha, Katolik dll) namun juga meliput para relawan Indonesia dibidang pendidikan, kemanusiaan, lingkungan hidup. Kemudian ada program Mata Hati berisi program perenungan dan refleksi diri. DAAI TVpun menyelenggarakan kontes clip video bertema “Stop Global Warming”.

Meskipun saya bukanlah relawan TzuChi namun saya cukup terkesan dengan tampilan beda DAAI TV yang cukup menginspirasi tersebut, sungguh mengesankan dibanding acara stasiun TV lainnya yang lebih berkesan hedon.
BRAVO DAAI TV, mudah-mudahan akan banyak menginspirasi umat manusia khususnya di Indonesia untuk menjadi relawan dan menolong sesamanya tanpa mengenal batas suku, agama, ras dan keyakinan.