IFEX 5 KM Run Race

Posted on Updated on

Cita-cita saya sebagai pelari rekreasional adalah bisa berlari dibawah 25 menit dalam 5 KM, ini berarti pace yang harus saya capai adalah 5 menit/KM dan bertahan sampai 5 KM, bukan perkara mudah namun tidak mustahil bisa saya pecahkan.  Cita-cita atau Goal ini terlontar setelah saya mengikuti perlombaan Lari IFEX bulan Juni 2014, saat itu catatan rekor pribadi saya  (Personal Best) terlampaui  menjadi 27 Menit 11 detik namun saya ragu apakah lomba IFEX benar-benar lomba lari 5 KM karena menurut ukuran GPS Endomondo  jaraknya hanya 4.8 KM. Baiklah kita tambahkan 1 menit 20 detik agar mencapai 5 KM sehingga catatan akhir saya adalah 28 menit 30 detik.

Hasil Rekaman Endomondo IFEX RAce Distance : 4.8KM
Hasil Rekaman Endomondo IFEX RAce Distance : 4.8KM

Setelah perlombaan IFEX 5KM ini, saya bertekad untuk menembus lari 5KM dalam 25 menit, mencapai cita-cita ini merupakan pekerjaan rumah yang cukup sulit, saya harus intens berlatih paling tidak berlari 3kali seminggu sejauh  5 KM tiap latihan, namun apa daya saya kekurangan waktu untuk berlatih secara rutin di stadion, kesibukan saya  di kantor kadang memakan waktu sampai tengah malam mau tidak mau saya harus mensiasati latihan dengan melakukannya  saat pulang ngantor ke rumah,  jadi selama ini saya biasa pulang menggunakan jalur transportasi umum seperti Bis Transjakarta atau Kopaja namun demi menembus program 5KM dibawah 25 menit saya berlatih  dengan berlari saat pulang ngantor seminggu tiga kali. Rumah saya yang cukup strategis dan dekat dengan kantor (sekitar 4 KM-an)  merupakan jarak ideal untuk berlatih lari 5KM, maka jadilah program “Run to Home”. Realisasinya saya berlari tidak 3 kali seminggu namun seringnya hanya 2 kali seminggu saja dengan jarak yang tidak pernah menembus 5KM namun saya menikmati program lelarian dari Kantor dari Kuningan ke rumah saya di daerah Matraman. Lelarian pulang ke rumah dari kantor menjadi rutinitas yang menyenangkan, saya bisa lebih cepat sampai ke rumah saat berlari saya hanya membutuhkan 23-24 menit dibandingkan saat menggunakan Kopaja+Bemo yang memerlukan waktu sampai 50 menit kosekuensinya cukup menggembirakan  bagi saya, tiba sebelum gelap atau saat matahari tenggelam memberikan suasana yang haru, saat cuaca cerah selalu tersaji pemandangan matahari tenggelam dari balkon apartment saya dan itu bonus yang tak ternilai selain limpahan endorphin hasil lelarian sore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s