Hobi

Menuju Catatan Waktu 25 Menit dalam 5 KM

Posted on Updated on

Hasil yang menjanjikan pada gelaran lomba lari IFEX 5 KM dengan terpecahkannya rekor pribadi aka PB (personal Best)  menjadi 27 menit membuat semakin yakin, saya bisa berlari 5KM dibawah 25 menit pada ajang lomba selanjutnya. Perlombaan lari pada tahun 2014 itu terutama pada bulan Juni penuh dengan berbagai acara lari dari fun run sampai race dengan tematik tertentu. Bahkan dalam hari yang sama di tempat yang sama yaitu GBK diselenggarakan 3 race secara bersamaan : Astra Green, Halo Fit dan Silver Run, saya memilih lomba yang diselenggarakan ASTRA selain lombanya untuk 5KM, tema yang diusungnya pun sama dengan misi saya membawa lingkungan yang lebih baik, dari segi biaya ada potongan Rp 50.000 saat pengambilan race pack collection jika membawa 10 botol plastik. Astra Green Run dilombakan pada pertengahan  bulan  Juni 2014 di Gelora Bung Karno (GBK) pada pukul 6 pagi dilepas oleh Dirut PT. Astra dibawah rintikan hujan, yaa track lelariannya sepanjang 5 KM dipastikan basah oleh gerimis hujan saat itu, untunglah  grip sepatu Brooks PureFlow3 saya mampu mencengkeram jalanan yg licin tersebut sehingga tidak terlalu menguras energi sehingga saya bisa tetap fokus untuk berlari

Mejeng dulu
Mejeng Dulu

Oh yaa, saat itu saya mempercayakan pada endomondo sebagai aplikasi perekam lelarian saya selama 5KM tersebut dan endomondo tersebut saya sematkan pada android sony walkman yang terpasang rapi pada armband sebelah kiri tangan saya, Saat  perlombaan lelarian tersebut saya tidak mengalami peristiwa istimewa  namun jalur lomba tidak terlalu steril karena tercampur dengan jalur Car Fre Day di Sudirman sehingga trek terlihat padat dengan pelari pagi dan para pedagang yang menyemarakan CFD tiap minggu. Kejadian agak tragis terjadi  tepat setelah garis finish, Android saya tidak bisa  langsung distop karena permukaan armband-nya licin terkena air hujan akhirnya setelah 3-4 menit baru bisa distop, itupun kondisi HP-nya sepertinya nge-hang terlalu banyak penekanan pada permukaan layar sentuhnya. Hasil dari endomondo tidak bisa jadi acuan saya untuk melihat catatan waktu Astra Green ini dan saya harus menyandarkan seluruhnya pada perhitungan RFID yang disematkan pada BIB, penantian itu memerlukan  waktu 2 hari dan akhir-nya hasil dari panitia itu muncul dengan catatan waktu yang cukup mengejutkan, saya berhasil mempertajam waktu terbaik namun belum menembus dibawah 25 menit. Yesss akhirnya bisa mempertajam catatan waktu lagi.

CAtatan Waktu Astra Green Run 5KM 2014DSC_1281Yess saya Finish dengan catatan waktu 25 Menit 37 Detik…sedikit lagi mendekati goal- saya dibawah 25 menit.

Advertisements

IFEX 5 KM Run Race

Posted on Updated on

Cita-cita saya sebagai pelari rekreasional adalah bisa berlari dibawah 25 menit dalam 5 KM, ini berarti pace yang harus saya capai adalah 5 menit/KM dan bertahan sampai 5 KM, bukan perkara mudah namun tidak mustahil bisa saya pecahkan.  Cita-cita atau Goal ini terlontar setelah saya mengikuti perlombaan Lari IFEX bulan Juni 2014, saat itu catatan rekor pribadi saya  (Personal Best) terlampaui  menjadi 27 Menit 11 detik namun saya ragu apakah lomba IFEX benar-benar lomba lari 5 KM karena menurut ukuran GPS Endomondo  jaraknya hanya 4.8 KM. Baiklah kita tambahkan 1 menit 20 detik agar mencapai 5 KM sehingga catatan akhir saya adalah 28 menit 30 detik.

Hasil Rekaman Endomondo IFEX RAce Distance : 4.8KM
Hasil Rekaman Endomondo IFEX RAce Distance : 4.8KM

Setelah perlombaan IFEX 5KM ini, saya bertekad untuk menembus lari 5KM dalam 25 menit, mencapai cita-cita ini merupakan pekerjaan rumah yang cukup sulit, saya harus intens berlatih paling tidak berlari 3kali seminggu sejauh  5 KM tiap latihan, namun apa daya saya kekurangan waktu untuk berlatih secara rutin di stadion, kesibukan saya  di kantor kadang memakan waktu sampai tengah malam mau tidak mau saya harus mensiasati latihan dengan melakukannya  saat pulang ngantor ke rumah,  jadi selama ini saya biasa pulang menggunakan jalur transportasi umum seperti Bis Transjakarta atau Kopaja namun demi menembus program 5KM dibawah 25 menit saya berlatih  dengan berlari saat pulang ngantor seminggu tiga kali. Rumah saya yang cukup strategis dan dekat dengan kantor (sekitar 4 KM-an)  merupakan jarak ideal untuk berlatih lari 5KM, maka jadilah program “Run to Home”. Realisasinya saya berlari tidak 3 kali seminggu namun seringnya hanya 2 kali seminggu saja dengan jarak yang tidak pernah menembus 5KM namun saya menikmati program lelarian dari Kantor dari Kuningan ke rumah saya di daerah Matraman. Lelarian pulang ke rumah dari kantor menjadi rutinitas yang menyenangkan, saya bisa lebih cepat sampai ke rumah saat berlari saya hanya membutuhkan 23-24 menit dibandingkan saat menggunakan Kopaja+Bemo yang memerlukan waktu sampai 50 menit kosekuensinya cukup menggembirakan  bagi saya, tiba sebelum gelap atau saat matahari tenggelam memberikan suasana yang haru, saat cuaca cerah selalu tersaji pemandangan matahari tenggelam dari balkon apartment saya dan itu bonus yang tak ternilai selain limpahan endorphin hasil lelarian sore.

Akhir-nya Jam olahraga Garmin FR 920XT itu Datang

Posted on

Berawal dari niat saya memberi penghargaan atas terpecahkannya Personel Best Lari 5KM di ajang lomba Jakarta Marathon Oktober 2014 dan cita-cita terwujud bisa lelarian 5KM dibawah 25 menit, saya meniatkan diri membeli perangkat GPS pemantau aktivitas Garmin FR 920XT, kemampuan jam tangan ini cukup mumpuni terutama kemampuan untuk mencatat aktivitas triathlon yang berupa lelarian, bersepeda dan berenang, saya menyasar kemampuan mencatat aktivitas berenang, saya belum memiliki perangkat yang mampu mencatat jarak dan waktu saat saya berenang, jam olahrga ini mampu mencatat waktu pada kolam renang maupun renang di alam terbuka. Selain itu kemampuannya mencatat langkah/step patut diacungi jempol, saya yang doyan jalan kaki belum memiliki alat untuk mengukur berapa banyak langkah kaki yg terekam setiap harinya. Keinginan membeli jam ini cukup menggebu-gebu karena memang dibutuhkan sekali namun apa daya jam ini belum tersedia di bulan Oktober 2014 dan baru rilis di bulan November 2014. Saya harus bersabar sampai akhir bulan Desember dengan melakukan pre-order ke Garmin Indonesia dan membayar uang sejumlah uang untuk menjamin pesanan saya. Dan akhirnya 30 Desember 2014 Garmin Indonesia mengabarkan pesanan saya sudah datang, tanpa membuang waktu saya langsung menjajal gawai ini untuk aktivitas jalan kaki saya dan malam-nya saya gunakan untuk mencatat aktivitas renang saya. Saya bakal mengulas lebih dalam mengenai gawai canggih ini dalam artikel lain. Saya memang membutuhkan sekali jam olahraga ini selain untuk mencatat aktivitas olahraga saya juga bisa menggantikan jam tangan saya yang telah rusak yg dipakai untuk sehari-hari, bentuk jamnya memang keren dan stylish cocok juga dipakai sebagai daily watch.

Si Garmin menunjukkan rekaman langkah kaki dalam sehari
Si Garmin menunjukkan rekaman langkah kaki dalam sehari
DSC_0024
Laporan hasil Renang di kolam Renang 17 Meter

 

Perlombaan Lari Pertama Tahun ini

Posted on Updated on

Bersyukur sekali  aplikasi teknologi pada smartphone banyak membantu saya sebagai pelari rekrasional,   aplikasi yang disematkan di perangkat pintar berbasis android  ini bisa memberikan beragam pantauan seperti pace, hidrasi, jarak yg ditempuh bahkan sampai memantau detak jantung saat berlari. Ya, saya sangat terbantu sekali oleh aplikasi android ini saat berlari, Endomondo adalah aplikasi pilihan saya dari beragamnya aplikasi bebas unduh di Google Store.Selain penuh dengan berbagai fitur, aplikasi ini bisa menerima catatan lelarian dari berbagai jenis format aplikasi lainnya dan tentu saja populer karena banyak dipilih oleh mayoritas pelari dengan smartphone. Sebenarnya  bukan endomondo yang  ingin saya ceritakan di artikel ini namun perlombaan lari pertama yang saya jalani. Lomba pertama yang saya jalani seumur hidup saya adalah MAndiri Run 5K pada Bulan Mei 2014, yang diadakan di Gelora Bung Karno dengan rute mengitari jalan Sudirman sampai Semanggi memutar balik menuju patung Pemuda dan kembali ke GBK. Jarak 5 KM lebih itu bisa saya selesaikan dalam waktu 36 menit lebih

10293693_10202034909733947_1222838966073100556_oMandiri Run 5KM merupakan rangkaian kegiatan Kick off  lomba lari  yang disponsori oleh bank Mandiri dengan puncaknya pada Jakarta Marathon 2014 yang diselenggarakan di Bulan Oktober 2014, jadi semacam  lomba pemanasan buat peserta maupun panitia menuju Jakmar 2014, saat itu aplikasi yang saya pakai masih menggunakan nike+ dan persiapan lelarian saya sudah dimulai satu bulan sebelumnya dengan melakukan latihan indoor di pusat kebugaran maupun latihan luar ruangan yaiu lelarian dari kantor menuju rumah sejauh 3,2 KM  seminggu dua kali. Pencapaian 36 menit lebih merupakan personal best saya untuk lomba 5 KM saat itu. HAsil lomba dari nike+ ini saya pindahkan ke aplikasi endomondo

Hasil MAndiri Run Mei 2014.... Jaraknya ternyata lebih dari 5KM
Hasil MAndiri Run Mei 2014…. Jaraknya ternyata lebih dari 5KM

Kembali Menulis di Blog Karena Berlari

Posted on Updated on

Ahh..sudah lebih dari 2 tahun saya melewatkan untuk menulis di blog ini, banyak cerita, peristiwa terlewati tanpa terekam dalam blog ini. Saya mencoba untuk mengingat kembali momen-momen yang membuat perubahan besar pada diri saya terutama dalam 2 tahun terakhir, tidak banyak memang tapi salah satu-nya aktivitas Lelarian yang sudah vakum satu dekade yang lalu.
Lelarian kembali saya minati, olahraga ini seperti memiliki sejarah pada blueprint diri saya, terlupa sementara kemudian bangkit menggoda kembali. Lelarian dewasa ini banyak dibantu oleh teknologi Internet dan GPS, alat komunikasi seperti smartphone menjadi media yang membuat lelarian semakin atraktif dengan simpanan “history lelarian” yang sudah saya lakukan, smartphone menjadi perangkat yang tak bisa saya lupakan saat berlari karena kemampuan merekam aktivitas lelarian saya, yang saya anggap luar biasa. Kemampuan memberikan statistik berupa pace, kalori yg hilang saat berlari, air yg perlu diasup setelah berlari, rute yg yg saya tempuh sampai “personal best” yg pernah saya gapai merupakan fitur yang saya anggap sebagai keajaiban dibandingkan dengan kemampuan stopwatch saya satu dekade lalu.

Yups…sepertinya saya akan banyak nge-blog dengan Lelarian sebagai bahan ceritanya…

Kitaro Konser di Jakarta 7 April 2011

Posted on Updated on

Sang Maestro, Kitaro

Antara percaya dan tidak saat mendengar kabar ini dari salah seorang temanku. Masa penantianku tiba, Kitaro akhirnya mengunjungi Indonesia sang Maestro akan berkonser pada tanggal 7 April di Jakarta, Hip Hip Hurrraaa. Saya memimpikan Kitaro berkonser di Indonesia sejak masa kuliah, hampir semua album Kitaro saya koleksi tentu saja yang berformat mp3 (baca : bajakan, qeqeqee), saya terkesan dengan pemilihan instrumental yang digunakan dan genre musik yang diusungny yaitu New Age. Setiap lagu yg dibawakan seperti memberikan penjernihan bagi jiwa yang sarat dengan beban mental ini, qeqeqeeee.. Ah Kitaro akhirnya kau menjawab doaku selama ini, untung saja konsernya saat ini coba kalau misalnya sewaktu masa kuliah pasti saya akan kelimpungan cara membayar tiketnya, harga tiketnya cukup mahal berkisar dari 500 Ribu sampai yang termahal 4 Juta namun demi sang Maestro Instrumental saya Jabanin daaaahhh…qeqeee.. Tiket sudah ditangan, mudah2an bila tidak ada aral melintang 7 April saya akan berjumpa Sang Master Instrumental, Kitaro. Oh yah saya tautkan link untuk pemesanan tiketnya juga, mudah2an ada yg tertarik

Asikny Berburu Gadget DAP Baru

Posted on Updated on

Berawal dari rusaknya port konektor Data HP Sony Erricson yang saya miliki, maka saya tidak bisa lagi menikmati lagu2 favorit melalui media DAP (Digital Audio Portable), HP Soner itu adalah satu-satunya DAP yang saya miliki. Keinginan mengganti HP dengan yang baru tidak terlaksana karena Soner ini masih bisa diandalkan untuk bercuap2, fitur2nya masih cukup memenuhi kebutuhan saya yang sekali lagi hanya port konektorny saja yang rusak. Ah Sayang HP-ny masih bagus masa harus diganti. Kemudian terbersit untuk membeli gadget lain yang berupa DAP, contoh DAP yang paling umum adalah MP3 Player. Awalnya saya mengincar IPhone touch karena kepopulerannya namun karena saya tidak terlalu suka dengan Apple dan berkeinginan membeli Mp3 Player ber-OS Android maka saya urungkan niat membelinya. Selanjutnya saya mencari referensi dengan cara standar yaitu nanya mbah Google, ternyata di dunia maya ada kumpulan pecinta audio, mereka mendirikan forum membahas tentang segala hal yang berbau audio dan tentu saja saya langsung ke bagian subforum DAP. Disanalah wawasan saya menjadi terbuka lebar, DAP favorit penggila audio ini (audiophile) merupakan merk2 yang saya sendiri baru mengetahuinya bukan produk keluaran apple tapi merk2 seperti Sansa,Cowon. Merek yang tidak terkenal -menurut saya- ternyata merupakan merk favorit teman-teman di audiophile-id. Setelah membaca review para penghuni forum di audiophile-id akhirnya saya mengincar 2 merk Samsung dan Cowon, namun ternyata Samsung belum me-rilis Mp3 player ber-android, baru pada bulan ke-3 atau ke 4 mereka merilisnya itu terlalu lama buat saya, maka Cowon adalah calon terkuat pilihan saya selain kemampuan audio-ny yang mumpuni ternyata Cowon juga termasuk yang difavoritkan di segmen DAP tapi harganya saja yang cukup mahal dibandingkan gadget sejenisnya.

Tekad sudah bulat untuk membeli DAP dari Cowon ini, kembali saya mencari referensi dan spesifikasi teknis jenis Cowon yang saya akan beli dan yang sesuai dengan keinginan saya adalah Cowon D3 Pleneu, dari segi teknis gadget ini cukup mumpuni dia bisa memutar banyak macam format audio dan video, ini yang saya suka, akhir2 ini saya lebih menyukai audio berformat FLAC dibandingkan MP3 dan video berformat mp4, tentu saja Cowon D3 pleneu mendukung format2 kesayangan saya.
Tantangan berikutnya adalah mencari penjual si Cowon ini yang made in Korea, ternyata eh ternyata di Toko Gadget tidak tersedia si Cowon ini bahkan salah seorang penjaga toko di BEC menganjurkan order langsung ke Korea karena cowon di Indonesia susah didapat dengan cara biasa. wah wah bisa repot nih saya karena tidak punya channel ke Korea. Mentok, bagaimana carany order langsung ke Korea, akhirnya iseng, saya searching di Kaskus biasany disana ada saja info pre-order barang tertentu yang susah dicari di pasar2 offline.

Pucuk dicinta ulampun tiba, ternyata ada yang khusus menjual barang -barang bermerk Cowon namun harus pre-order artinya barangny belum tersedia di pasaran di Indonesia dan harus di-order ke Korea terlebih dahulu berarti kita harus menunggu beberapa saat tak apalah tokh menungguny hanya sekitar 2- 3 minggu saja, satu hal yang penting bila kita membeli di KAskus ini adalah sifatnya online, penjual dan pembeli tidak bertemu muka maka media chatting dan SMS menjadi sarana penghubung penjual dan pembeli dan kepercayaan menjadi yang utama karena disini kita menyerahkan terlebih dahulu uang baru kemudian barangnya akan diterima bisa saja siyy menggunakan sistem COD (cash on Delivery) namun berhubung penjualny di Surabaya dan saya di Bandung maka sulit sekali menerapkan sistem COD pada kasus saya. Maka tips amanny adalah 1.) Mencari penjual yang terpercaya, bisa dilihat dari reputasi banyaknya testimoni pembeli dan status penjual sendiri yang menerima banyak “cendol”/hijau bukan “bata”/merah 2.) Penjual tersebut telah sering melakukan order dan biasany spesialisasi 3.) Jika kedua tips diatas sudah dilakukan, tinggal kita berdoa mudah2an barangnya sampai di tempat kita. Saya sudah melakukan 2 kali pembelian dengan cara diatas dan alhamdullillah barng2 yang saya pesen sampai dengan selamat :D. Sebenarnya Kaskus memiliki mekanisme pembelian barang yang lebih aman yaitu kaskus membuka rekening dan kita pembeli membayar ke Kaskus bukan ke pembeli langsung dan saat barang sudah diterima barulah kita memberitahu Kaskus untuk membayarnya ke si penjual, mekanismeny lebih panjang dan ada penambahan fee namun saya rasa ini lebih aman dan mengurangi deg2an..hehehee.

Kembali ke Si Cowon D3 Pleneu, Jumat kemarin barangnya sudah diterima dengan selamat, perjalanannya dari Korea-Singapura-Jakarta-Surabaya-Bandung sekitar 14 hari, saat diterima barangny dibungkus dengan rapi dan cukup melindungi gadget. Dibuka pertama kali kotak pembungkus Cowonny sederhana berwarna coklat ternyata kartonny berasal dari kertas daur ulang. Dan nampaklah si Cowon dengan bentukny yang stylish berwarna hitam, langsung saya mainkan dengan lagu bawaanny si Cowon..wooww dah terdengar ajib padahal yang dimainkan baru berformat mp3 apalagi kalau sudah formatnya FLAC pasti lebih ajib lagi. Owwwhh yach si Cowon ini memberikan gratis 30 lagu dengan download di situs tertentu namun ini khusus untuk pelanggan Amerika Serikat…hehehe ngga jadi deh dapet gratisannya. Ternyata si Cowon kadang2 suka nge-lag saat saya coba kemudian saya cek Firmwareny owwhh masih Firmware lama 4.21 saya harus meng-upgradenya ke versi yang terbaru Firmware 4.27. Tulisan berikutnya akan bercerita tentang si COwon D3 ini