Netral

Beralih ke Soner T700

Posted on Updated on

se-t700

Sudah Lebih dari 2 tahun, tepatnya 2 tahun 9 bulan saya menggunakan Sony Ericsson j300i. Namun seiring perjalanan zaman, kemampuan j300i sudah tidak bisa mengikuti perjalanan saya, kemampuan j300i yang hanya mampu menampung sampai 500 nomor kontak, tidak ada penghubung untuk mentransfer data selain menggunakan kabel data, memori internalnya hanya mampu memuat data sebesar 12 MB saja dan tidak ada external memori, kebutuhan akses dengan 3g juga saya butuhkan namun tidak bisa diakomodasi oleh hp lama saya selain itu dengan aktifnya network monitoring mengirimkan pesan membuat saya sering menghapus banyak-banyak sms yang tidak diperlukan lagi untuk menghemat memori yang terpakai. Dan yang terbaru adalah mp3 player yang tiba-tiba mati kemungkinan baterainya yang mengalami kerusakan membuat saya harus memikirkan cara untuk mengganti perangkat tersebut. Ada ide menggabungkan perangkat tersebut menjadi satu, yaitu membeli perangkat yang bisa memutar MP3, ada akses dengan HSDPA 3.5 G, Memori bisa ditambah, ada kemampuan pemotretan yang cukup memadai minimal 3.2 megapiksel dan ada mode pemindahan data selain melalui kabel USB, kalau bisa menggunakan bluetooth dan yang tak boleh dilewatkan dapat memuat contact person dan pesan singkat yang cukup banyak tanpa perlu sering menghapus SMS atau kontak yang tidak terlalu dibutuhkan, serta kalau perlu ada fungsi blogging.

Memang tidak dipungkiri, SonEr j300i cukup bisa diandalkan walaupun terbatas kemampuannya. Belajar dari kebiasaan saya yang fanatik pada suatu merek kalau memang barang tersebut terbukti sangat bisa diandalkan. Maka saya tidak berpaling ke merek HP lainnya selain sony ericsson sehingga saya hanya berfokus me-review produk keluaran asal Swedia ini. Setelah menimbang cukup lama dengan membanding keluarga J,K,C dan G Sony ericsson, P series tidak masuk hitungan karena terlalu mahal maka saya akhirnya memilih T series. awalnya saya akan memilih T650 sebagai kelanjutan seri legenda Sony Ericsson T610 namun saat melihat fitur dan tampilannya yang kurang mengena dihati, akhirnya saya menunda sambil menunggu untuk beberapa saat karena saya membaca di websitenya SOner akan muncul generasi penerus T610 yaitu T700 dengan fitur yang memang saya butuhkan ditambah dengan dimensi ketebalannya yang super tipis serta tampilan casing yang mirip dengan T610 namun HP tersebut baru keluar pada kuartal ke-4 2008, jadi saya harus bersabar menunggu, dan akhirnya minggu kemarin saya memutuskan untuk membelinya.

Untuk spesifikasi teknis T700 bisa dilihat di link ini

Advertisements

Biar ngga bosen saat di Pesawat

Posted on Updated on

Saat sedang melakukan perjalanan jauh apalagi memakan waktu lebih dari 12 jam dan hanya lebih banyak duduk di kursi, apa yang bisa kita lakukan ? kalau kita kebetulan sedang naik pesawat Malaysia Airlines atau Singapore Airlines meskipun dalam kelas ekonomi, kita akan dimanjakan oleh LCD mungil di depan kursi kita dan Alat pengendali LCD sebagai pasangannya. Dengan sepasang alat ini kita bisa mendapatkan pilihan film asik berbagai genre, dengerin musik dalam berbagai kategori sampai bisa belajar bahasa asing populer yang ditampilkan sangat aktraktif dalam bentuk audio-visual. Main bermacam2 game pun bisa bahkan kita bisa mendapatkan informasi mengenai posisi pesawat saat ini lengkap dengan ketinggian, arah angin, suhu dan kecepatan pesawat. Bahkan saat saya menggunakan Malaysia Airlines, pilihan musik di seksi Melayu banyak berasal dari Indonesia, band-band terkenal kita seperti Dewa, Nidji, sampai Samson disajikan bersama lagunya Krisdayanti, dan tentu saja Siti Nurhaliza.

Kalau kontrol LCD yang berwarna putih ini dibalik, fungsiny berubah menjadi pesawat telepon yang berfungsi dengan menggesekkan kartu kredit kita.

Saat di Pesawat yang berjarak jauh, waktu sepertinya berlalu dengan cepat apalagi perut kita dimanjakan oleh berbagai makanan& minuman uenakkk tenan, maklum saja saya kan dari ndeso jadi makanan anehpun terasa enakkkk.

Tulisan Pertama

Posted on

Halo Dunia,
Ini pertama kalinya saya membuat blog dan mengirimkannya. Sebenarnya saya tidak begitu mahir menulis, hanya ada keinginan dari lubuk hati yang paling dalam untuk mencoba menulis, sepertinya ada bisikan halus untuk meminta saya mencoba menulis, hanya menulis, mencoba menuangkan ide2 yang terus berkecamuk dalam hati ini. Akhirnya saya beranikan diri untuk membuat blog dan mencoba menulis. Hanya mencoba untuk menulis.